Copyright © My Word
Design by Dzignine
Rabu, 14 November 2012

Sistem Ekonomi Tradisional


SISTEM EKONOMI TRADISIONAL

Sistem Ekonomi Tradisional Sistem ekonomi ini merupakan sistem ekonomi yang dijalankan secara bersama untuk kepentingan bersama (demokratis), sesuai dengan tata cara yang biasa ditempuh oleh nenek moyang sebelumnya.
Sistem ekonomi tradisional terdapat pada kehidupan masyarakat sederhana yang menggantungkan pada hasil alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam sistem ekonomi ini rumah tangga bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen sehingga setiap rumah tangga hanya berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri.
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.
Dalam sistem ini segala barang dan jasa yang diperlukan, dipenuhi sendiri oleh masyarakat itu sendiri. Tentunya Anda akan bertanya apa tugas pemerintah dalam sistem ekonomi tradisional ini?
Dalam sistem ekonomi tradisional, tugas pemerintah hanya terbatas memberikan perlindungan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain kegiatan ekonomi yaitu masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi semuanya diatur oleh masyarakat.
Pada umumnya, sistem perekonomian ini berlaku pada negara-negara yang belum maju, dan mulai ditinggalkan. Misalnya Etiopia. Tapi pada umumnya, sistem ekonomi ini sangatlah primitif dan hampir tidak ada lagi di dunia.
Dulu, Indonesia memang pernah menganut sistem tersebut, namun lama-lama kebiasaan itu mulai ditinggalkan seiring perubahan jaman dan mengikuti tradisi dunia. Sampai saat ini, beberapa daerah pelosok di Indonesia masih memberlakukan sistem ini, tetapi sangat sedikit, karena sekarang semua sudah dinilai oleh materi. Pertukaran barang untuk membeli barang sudah tidak lagi berarti.
Saat ini semua menggunakan uang. Sistem ini bahkan sudah tidak lagi berlaku untuk Negara-negara maju, bila masih ada yang menerapkan sistem ini di Indonesia saja misalnya, pasti akan dianggap aneh. Namun dilihat dari segi positifnya, bila sistem ini masih berlaku di Negara kita, saya rasa tidak akan ada ketamakan dan keegoisan dalam kehidupan ekonomi kita. Tentu saja juga tidak akan ada yang namanya korupsi.
Tidak terlepas dari segi negative, jika sistem ini masih terjadi di kehidupan ekonomi Negara, bisa saja dengan mudah Negara kita akan diperlakukan semena-mena oleh Negara maju lainnya, karena dianggap primitive dan tidak tahu apa-apa mengenai uang yang sekarang sudah menguasai dunia. So, beruntunglah kita yang kini sudah berkembang dan menjadikan sistem ekonomi campuran sebagai sistem perekonomian Negara. Campur tangan pemerintah dan juga kerjasama masyarakat akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi Indonesia dan Negara lain yang juga bersistem ini. Kesejahteraan rakyat dan keadaan sosial secara otomatis akan terangkat meski kenyataan yang terjadi masih tidak merata.
*      Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :
1.      Hanya sedikit yang menggunakan modal .
2.      Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (pertukaran barang dengan barang) dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya.
3.      Belum mengenal pembagian kerja dalam masyarakat.
4.      Masih terikat tradisi.
5.      Proses produksi dan sistem distribusinya terbentuk karena kebiasaan atau tradisi yang berlaku di tengah masyarakat.
6.      Jenis produksi disesuaikan dengan kebutuhan setiap rumah tangga.
7.      Terpeliharanya sifat kekeluargaan dalam kehidupan masyarakat.
8.      Alam merupakan tumpahan dari kegatan produksi, sumber kehidupan, dan sumber kemakmuran.
9.      Tingkat dan macam produksi sesuai kebutuhan.
10.  Hasil produksi untuk kebutuhan minimal dan besifat homogeny.
11.  Hasil industri berupa hasil kerajinan tangan.

Dapat dijelaskan disini, berdasarkan ciri-ciri di atas, bahwa dalam masyarakat yang menganut sistem ekonomi tradisional mewarisi sistem ini dari nenek moyang mereka, dimana ketika teknologi belum berkembang mereka masih mengadakan sistem pertukaran dengan cara barter, misalnya saja ketika keluar A membutuhkan beras, tetapi hanya mempunyai sayuran dapat bertukar dengan keluarga B yang membutuhkan sayuran sementara mereka hanya mempunyai beras.

*      Sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan sebagai berikut :
1.      Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul.
2.      Tidak individualistis, karena hubungan antar individu sangat erat.
3.      Tidak terjadi persaingan usaha karena semua kegiatan dilakukan berdasarkan kebiasaan.
4.      Kegiatan yang dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
5.      Dengan sifat kekeluargaannya, masyarakat hidup dalam kebersamaan.
6.      Sistem ekonomi tradisional tetap menjaga budaya tradisional suatu negara dan juga dpercaya sepenuhnya oleh masyarakat.

Karena sistem perekonomian ini berdasarkan atas kepentingan bersama, maka masing - masing individu tidak mengutamakan kepentingan pribadi yang artinya tidak individualistis, semua kegiatan perekonomian di dasarkan pada kepentingan bersama untuk mencapai kesejahteraan, hubungan masing-masing individupun menjadi lebih erat karena besarnya sikap tenggang rasa dan berbagi, masyarakat menjadi lebih suka tolong menolong dan tidak merasa terbebani dalam menjalani hidupnya.

*      Kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah sebagai berikut:
1.      Hasil produksi terbatas sehingga masyarakat tidak berusaha mencari keuntungan atau laba.
2.      Pola pikir masyarakat tidak berkembang karena diakibatkan oleh pengaruh tradisi.
3.      Tidak memperhitungkan efisiensi dan penggunaan sumber daya.
4.      Kegiatan ekonomi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup saja, tidak untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan.
5.      Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah.
6.      Mutu barang hasil produksi masih rendah.
7.      Sistem ekonomi tradisional tidak terbuka luas,sehingga hanya bisa berdiri dnegaranya sendiri.

Dikarenakan sistem perekonomian ini masih menggunakan sistem barter, maka masyarakat hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan primer. Kemudian karena masyarakat yang menggunakan sistem ini adalah masyarakat tradisional yang masih menggunakan teknologi sederhana, maka produktivitaspun menjadi rendah, karena meraka akan merasa cukup jika pemenuhan kebutuhan primer sudah terlaksana.

Contoh : Sistem ekonomi pada Negara berkembang atau Negara yang mulai ditinggalkan.
  Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional,
  namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih
  digunakan dalam kehidupan sehari – hari.

Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari – hari.

0 komentar:

Poskan Komentar